Senin, 14 September 2015

Aktifnya Mecca

Puji syukur alhamdulillah kupanjatkan kpd Allah SWT yg telah memberikan begiiiituuu banyak nikmatnya kpd ku dan keluargaku.

Kali ini mama mau ceritain tingkah polah mecca yg hhhmmm,
Alhamdulillah mecca skrg usianya sdh 19 bulan, sdh bisa jalan umur setahun. Trs udh banyak sekali kosa kata nya, diantaranya kalau diajak bicara udh nyambung banget.
Ih mama cie mama ciiii, tuhkan, awas dehh, kalau disuruh balik nyuruh mama aja, daaaannn banyak bgt kata2nya, 


Trs kalau ditanya namanya" ini dede apa, mecca akan jawab akaa"
Tapiiiii kalau udh marah ngambeknya rese deh, mana suka gigit heeeee.
Trs kalau dia manggil mamaaa, mama harus jawab ayaaanngg.

Hobi mecca adalah menyanyi, lagu fav nya cicak didinding, burung kaka tua, dua mata saya, balonku, naik kereta api, dan lagu2 badanamu diantaranya mimi.

Sementara ini dulu ya, sambung lagi nanti, mama ngantuk nih.

Pokoknya mama sayang dede mecca dan kakak hafiz, kiss kiss and hugh 


Minggu, 21 September 2014

Alhamdulillah akhirnya kita bersua lagi ya blog,,,,, heeee
ngisi sih setahun sekali, gapapa deh yg penting ga hilang sama sekali.

Dari postingan terakhir, alhamdulillah sekarang sudah lahir putriku yang cantik jelita (kata emaknya sih gitu) 

taaarrrrraaaaa.........................


Cerita dede keluar gini nih:

Hari Ahad/minggu tanggal 1 Desember 2013 tepatnya jam 6 pagi, mama udah mules2 rentang waktunya cepet 5 menitan. Padahal semalamnya ga ada apa2, malah ada flek 2 minggu sebelumnya. 

Sakitttttt bingits (bahasa gaul sekarang gini), ditahan-tahan tuh. Pas banget saat itu nenek masih sakit, pulang dirawat di RS, sementara mama harus masak, rencananya mau masak soto ayam. Telp uwak Pida nanya resepnya sambil bilang kl mama sakit perut, eh kata uwak udah mules gitu masih aja mikirin masak.

Akhirnya ga kuat mama putuskan untuk berangkat ke bidan (Klinik Mutiara), dari sini jam 11.30 an, hampiiiirrr aja bu bidannya udah pergi, ketemu dijalan akhirnya bu bidannya pulang lagi.

Diperiksa ternyata sudah pembukaan 4, bu bidan beres2 peralatan, trs mama pindah ke ruang bersalin. Dannnnn sekitar hampir jam 1 siang nya kamu keluar deh, dengan rasa mules yang saaaaakkkiiiiittttt bgt alhamdulillah prosesnya cepat.

Kamu keluar dengan berat 3 kg, panjang 49 cm. Langsung di adzanin sama papa, dan kami berikan kamu nama

AISYAH KHANZA MECCA

itupun fix kira2 sebulan lebih kamu udah lahir, rempooong banyak usulan dan kritiknya.

Nama Aisyah itu usulan mama dengan maksud agar kamu seperti Bunda Aisyah istri Rasulullah, yang cantik, solehah, pintar, amin

Nama Mecca usulan dari papa, maksudnya adalah dari kota Mekah, kota pertama, yang suci, dan mudah2n kelak kita sekeluarga bisa kesana ya sayang

dan nama Khanza dari papa juga sih, artinya perempuan yang baik.

Semoga namamu benar menjadi kenyataan ya nak, we love you

Mama Vivi
Papa Edo
Kakak Hafiz


Jumat, 19 April 2013

Kehamilan Kedua

Alhamdulillah, Alloh mempercayakan kembali aku untuk memiliki bayi.
Menjelang ulang tahun Hafiz 2 Mei, dan aku 9 Mei kini usia kandungan sudah masuk minggu 10. Kado yang luar biasa yang tak bisa tergantikan apa pun.

Tapi ya kehamilan yang ini beda sama waktu mengandung Hafiz, sekarang lama mualnya (meskipun ga sampe muntah), terus bawaannya mau tidur aja, lebih berasa ga enak lah.

Perkiraan kelahiran bulan November, bertepatan dengan bulan meninggalnya bapak ku, mungkin Alloh sengaja mengingatkan agar aku selalu mengingat alm. bapak.

Ya Alloh semoga Kau memberikan kelancaran, kemudahan, bimbingan, penjagaan untukku dan bayi ku sejak proses kehamilan, kelahiran, nifas sampai aku merawatnya dewasa kelak. AMinnn

Harapanku bayi ini perempuan, tapi apapun akan aku syukuri. Yang utama semoga nanti bayinya sehat, sempurna dan tidak kurang satu apapun, amin YRA

Selasa, 24 April 2012

Tingkah si Hafiz

Alhamdulillah in a few days Hafiz akan genap 2 tahun usianya.
Banyak sekali perkembangan yg membuat mama amazing. Diantaranya:
kata2 yg keluar (baru dikit sih) mama, papa, mimi, udah, yah, tututu, kamu sudah mengerti apa yg kami bicarakan/perintahkan; kl papa pulang kamu lari ke dapur mau ambilin minum papa, kl ada yg basah/bekas pipis kamu langsung ambil kain pel, kl ada lagu yg sama dg mama kamu langsung senyum, kl ada kartun di tv langsung buka di hp mama, yg paling jago sih kamu mainin hp touchscreen mama, daya ingat kamu kuat.

Mama berdoa agar kamu dijadikan anak yang soleh, pintar, sehat, baik, bermanfaat. Semoga mama, papa dan nenek bisa menjadikan kamu anak yg seperti itu, amin. Mohon bimbingan Mu Ya Alloh.......

Rabu, 15 Februari 2012

IN MEMORIAM MY BEST FRIEND TITIN,,,,,,,, 1 Agustus 1983 - 18 Januari 2012


Kutulis kisah persahabatanku ini dg tujuan agar aku selalu mengingatnya:

Titin binti Didi Ajum, she is my best friend i ever had in this world.
Kami sekolah di SMK yang sama lulus tahun 2001, hanya saja aku baru kenal 20 Juli 2003 saat aku diutus murrobi ku untuk mengikuti apel siaga yang diadakan salah satu partai. nah ternyata rumah kami dekat hanya beda 2 gang.

Sejak itu pertemanan kami semakin erat, suka duka kami lalui bersama. Sempat agak jauh setelah dia menikah dan juga ketika aku sedang dekat dg suamiku. Dan ditengah pembicaraan orang-orang tentang aku, dia dengan perannya sebagai sahabatku berusaha membela dan menutupi cerita tentang aku. Kami selalu berbagi dalam hal apapun, curhat tentang percintaan kami, rumah tangga, sampai hal ekonomi, dimana saat aku atau dia tidak ada uang kita saling bantu.
Dia mengerti aku begitupun sebaliknya.

Apa-apa kita selalu sama, bahkan pakai baju pun padahal ga janjian warna tapi bisa sama, ngobrol bisa berjam-jam, ada aja hal yang dibicarakan.

Titin adalah sosok prefectionist, pemimpin, she can handle everything, humoris, meskipun ada beberapa kekurangannya juga. Suka menolong orang lain, menyantuni anak yatim.

Sebelum dia sakit, sering kali dia mengunjungi rumahku, sekedar curhat, menghindari suaminya kl ada masalah. Sampai dia diserang penyakit kanker. Awalnya........................

Dia mengirim sms ke aku yang isinya bilang kalau dia sudah cek dan hamil, memang sudah beberapa bulan itu dia lepas KB karena suaminya ingin punya anak lagi, ini anak yang ke 3.
Ga lama dia merasakan ada benjolan kecil dibawah payudaranya, lama dia ga cerita sampai akhirnya dia cerita kalau itu adalah kelenjar getah bening dan harus di operasi. Kusarankan agar ikuti dokter aja, cuma dia bilang takut. Yang akhirnya aku tahu kenapa dia tidak mau operasi adalah karena tidak ada dukungan dari suaminya.

Sudah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut , kemungkinan itu adalah tumor dan harus diangkat, tetapi lagi2 dia tidak mau dikarenakan ada janin dalam perutnya yang mengharuskan dia menggugurkan kalau mau operasi.

Sampai beberapa bulan dia sembunyikan payudaranya yang makin lama makin membesar. Tiap kali aku bertelpon dia ga cerita tentang sakitnya itu karena dia bilang minum temu putih yang bisa menghancurkan tumornya itu. Sampai akhirnya aku kerumahnya dan melihat dia dalam keadaan yang sakit. terbaring karena beratnya payudaranya. Dia hanya konsumsi sampton ekstrak buah manggis, yang katanya bisa menghancurkan tumornya.

Meskipun dengan keadaan seperti itu dia terlihat masih saja ikhlas dan menerima penyakitnya dengan sabar, dia bilang ini adalah penghapus dosa dari perbuatannya terhadap suaminya. Teriak kalau dia merasakan sakit. Sungguh berat bebannya, mengandung sekaligus menderita sakit tumornya itu.

Sampai usia kandungannya 7 bulan keluarga suaminya menyarankan untuk cesar dan operasi tumornya. Tetapi lagi-lagi tidak, aku selalu sarankan agar dia ke dokter, tapi dia takut macam-macam, biaya lah dsb. Dan dia selalu meyakinkan aku bahwa dia baik-baik aja dan akan segera sembuh. Dia juga bilang " jika sesuatu terburuk terjadi dengannya ini adalah pintu dia mendapatkan surga dari ketaatannya kepada suami" terdengar bodoh tapi itulah. Dalam hati aku gregetan tp aku ga bisa maksa dengan keputusannya, hanya bisa menghargai dan berdoa agar dia diberikan kesembuhan.

Diusia 8 bulan 3 hari kandungan, dia mau kedokter di pagi hari, menunggu suaminya absen kerja, tapi suaminya ga pulang-pulang sampai dia kesal dan bikin dia pingsan, saat itu aku telpon untuk menanyakan gmn, ternyata yang angkat tetangganya dan bilang kalau Titin ga sadar, paniknya aku dan ga bisa konsen kerja. Pulang kerja aku langsung kerumahnya, mendapati dia masih belum sadar banget, aku dibilang Yanih adiknya, aku menangis melihat kondisinya yang sudah begitu.
Setelah magrib dan kami semua sholat kami mau ke RS Persahabatan, dia sudah sadar secara otaknya. Kami pergi dengan taksi, aku dan dia duduk di kursi belakang, dia tiduran dengan kepala ku pangku.

Sesampainya disana kami menuju dokter kebidanan, karena dia merasakan kontraksi. Disana dia agak dimarahi dokter karena datang sudah dalam keadaan payudara membesar sementara tidak ada keterangan medis ttg penyakitnya.

Aku menunggu diruang tunggu, ga lama dia keluar lagi bahwa harus dioperasi segera anak dan payudaranya. Katanya kepada suaminya, "ini bisa membahayakan nyawa ibunya".
Aku pulang dan agak lega karena dia sudah ditangani oleh orang yang tepat, yaitu dokter.
Ternyata malam itu juga dia pulang lagi dan keesokan harinya baru dicesar. Besoknya aku kerumah sakit. Sudah lahir Perempuan dengan berat 2,65kg tinggi 50cm. Selesai masalah yang satu itu. Tapi dia merasakan sakit yang luar bisa, sampai akhirnya dokter memberikan antibiotik dan bisa menghilangkan sakitnya.

Memaksa pulang, dirumah dia merasa baikan dan bahkan bisa sedikit bersih-bersih rumah. (to be continued)

Kamis, 15 Desember 2011

Hafiz udah bisa jalan looohhhh....

Assalamu'alaikum anakku yang soleh,

I'm glad that you are being a good kid. Meskipun ada nakal2 sedikit, tapi ga masalah kok. Kamu tetap anak mama yang menggemaskan. Eh nak, kamu udah bisa jalan loh sekarang pas di usia 1,5 tahun. Mmmmm agak lama sih sedikit, tp gpp ya, kan kamu juga udah berusaha pastinya.

You are my everything sayang, i love you so much, terus belajar ya sayang......

Rabu, 02 November 2011

Cara Mendidik Anak-anak Menurut Islam

Pendahuluan
Menurut perspektif Islam, pendidikan kanak-kanak ialah proses mendidik, mengasuh dan melatih rohani dan jasmani mereka berteraskan nilai-nilai baik yang bersumberkan Al-Quran, Hadis dan pendapat serta pengalaman para ulama. Ia bertujuan melahirkan " Insan Rabbani" yang beriman, bertakwa dan beramal soleh.
Falsafah pendidikan sebenarnya menekankan aspek rohani dan jasmani, sesuai dengan kejadian manusia itu sendiri yaang terdiri daripada roh dan jasad. Ianya melibatkan beberapa peringkat, bermula dari dalam kandungan sehinggalah ia lahir dan menjadi dewasa.

Membentuk Dunia Kanak-kanak
Sebelum anak-anak dilahirkan, ibubapa menyediakan tempat yang sesuai untuk membesarkan anak dengan sebaik-baiknya. Ini bermakna dunia kanak-kanak setelah dilahirkan ialah rumah ibubapa itu sendiri. Untuk mencapai kesempurnaan hidup kanak-kanak, ibu-bapa perlu membentuk suasana harmoni dan bercirikan keislaman dalam kehidupan rumahtangga terlebih dahulu.
Jika pasangan suami isteri menghayati nilai-nilai keislaman dalam kehidupan rumahtangganya, mudahlah ia mendidik anak-anaknya dengan benih-benih Islam. Sebaliknya, jika pasangan suami isteri gagal menerapkan nilai-nilai Islam dan mengekalkan kerukunan rumahtangga, sukarlah bagi mereka mentarbiyah anak-anak mengikut acuan dan budaya hidup Islam.
Atas itulah Rasulullah S.A.W mengingatkan bakal-bakal suami agar memilih bakal isteri yang mempunyai kesungguhan dan penghayataan agama, bukan kerana paras rupa, keturunan atau harta semata-mata. Sabda Rasulullah yang bermaksud:
" wanita dikahwini kerana empat perkara, iaitu kerana hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama kerana ia menguntungkan kamu(lebih utama)"

Ketika Anak Dalam Kandungan
Proses pendidikan mula berlaku ketika bayi masih berada dalam kandungan ibunya. Pendidikan pada peringkat ini lebih bercorak kerohanian, iaitu:
1) Bagi ibu-ibu yang mengandung digalakkan supaya memper-banyakkan bacaan Al-Quran terutama surah Yusuf, Mariam, Luqman dan At-Taubah.
2) Ibu hendaklah sentiasa berdoa kepada Allah S.W.T agar anak yang bakal dilahirkan itu nanti menjadi seorang anak yang soleh, berilmu, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
3) Ibu bapa hendaklah mendapat rezeki daripada sumber yang halal supaya benih yang bakal dilahirkan itu nanti datang daripada darah daging yang halal.
4) Ibu hendaklah makan makanan yang berzat dan sentiasa menjaga kesihatan tubuh badannya. Kebersihan diri hendaklah diutamakan bagi menjamin kesihatan anak-anak dalam kandungan. Faktor kesihatan amat dititik beratkan oleh Islam sehingga Islam memberikan kelonggaran kepada ibu yang mengandung untuk berbuka puasa sekiranya merasakan puasa itu menjejaskan kesihatan diri dan anaknya.
5) Ketika mengandung, ibu perlulah menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan yang berlaku kepada dirinya. Pada waktu begini sememangnya keadaan ibu agak berbeza dari waktu - waktu biasa, terutamanya bagi ibu yang bakal melahirkan anak yang pertama. Mungkin selera makannya hilang, perasaan agak terganggu(sensitif) dan hatinya boleh berdebar-debar kerana bayi dalam kandungannya itu adalah sebahagian daripada dirinya. Ketika ini para suami hendaklah lebih memahami keadaan isteri serta memberi dorongan yang kuat kepadanya

Setelah Anak Dilahirkan
Setelah anak dilahirkan, hendaklah segera diazankan telinga kanannya dan diiqamatkan telinga kirinya.
Abu Rafi meriwayatkan sebuah hdis yang bermaksud:
" Aku melihat sendiri Rasulullah S.A.W mengazankan Hasan B. Ali pada telinganya ketika ia baru dilahirkan oleh Fatimah r.a"
(Riwayat Abu Daud dan Termizi)
Sebagai suapan yang pertama, sunat bayi disuapkan dengan manisan seperti madu dan kurma. Abu Musa Al Asyari r.a. dalam sebuah riwayat mengatakan:
"Isteriku melahirkan seorang anak. Bayi itu ku bawa kepada Rasulullah S.A.W.. Baginda menamakannya Ibrahim, kemudiannya disuap dengan buah kurma(yang telah dilumatkan) setelah itu baginda mendoakan keberkatan baginya lalu bayi itu diserahkan kembali kepadaku".
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Pada hari ketujuh kelahirannya, ibu bapa disunatkan bersedekah dengan melakukan ibadah aqiqah untuk anaknya. Seekor kambing bagi anak perempuan dan dua ekor kambing bagi anak lelaki. Rambutnya pula sunat dicukur keseluruhannya supaya kepalanya bersih, otaknya cergas dan rambut barunya tumbuh dengan subur dan sihat.
Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:
"Setiap anak yang baru dilahirkan bergantung kepada aqiqahnya. Hendaklah diaqiqahkan dengan menyembelih kambing pada hari ke tujuh, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya".
( Riwayat Abu Daud, Termizi dan Nasa)
Bagi ibu yang menyusukan anak, ia perlu makan makanan yang halal, bersih, dan berzat. Ketika menyusukan anak, hatinya hendaklah selalu mendoakan kejayaan anaknya. Ketika hendak tidur, dodoikan (lagukan) dengan kalimah memuji Allah dan Rasulnya seperti nasyid dan sebagainya.
Apabila anak sudah mulai pandai bercakap, hendaklah membiasakannya dengan percakapan yang baik-baik seperti selawat, zikir dan lain-lain perkataan yang seumpamanya.

Peringkat Umur antara 5 hingga 7 tahun.
Pada peringkat umur antara 5-7 tahun, memerlukan teknik pendidikan yang lebih luas dan menyeluruh. Pengisian antara keperluan rohani dan jasmani perlu didedahkan serentak dan diseimbangkan. Teknik pembelajaran dan pengajaran perlu menggunakan kaedah yang sesuai kerana kanak-kanak biasanya akan belajar(mengikut) berdasarkan pemerhatian iaitu apa yang dilakukan oleh individu disekelilingnya terutama ahli keluarganya.
Menurut pandangan Islam, pada peringkat ini anak-anak wajar didedahkan dengan latihan menulis, membaca, mengira dan berbahasa. Pendidikan yang wajar didedahkan pada peringkat ini ialah bab ibadah dan akhlak. Misalnya kanak-kanak yang baru meningkat umur mumayyiz hendaklah dilatih mendirikan sembahyang. Seterusnya adab-adab yang mulia hendaklah mula diterapkan dalam bentuk latihan amali seperti:
1) Mendidik anak supaya taat dan beradab kepada kedua ibubapanya; timbulkan kesedaran kepada mereka bahawa pengorbanan ibubapa terhadapnya adalah amat besar dan mereka perlu bersyukur kerana menjadi anak yang masih mempunyai kedua ibubapa. Ini dapat mengeratkan hubungan mesra, rasa kasih sayang antara ahli keluarga.
2) Mengajar anak supaya taat dan beradab kepada guru dan orang yang lebih tua daripadanya; guru merupakan orang yang bertanggungjawab mendidik dan menyampaikan ilmu manakala orang yang lebih tua adalah orang yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan daripadanya.
3) Mengajar anak bercakap atau bergaul dengan baik; anak-anak hendaklah dilatih bercakap benar, sopan santun dan mengucapkan perkataan yaang baik-baik. Kanak-kanak biasanya begitu sensitif dengan pendengarannya, ia mudah terikut-ikut dengan apa yang didengarnya. Sebab itu jika ibubapa mahu menegur atau memarahi mereka, hendaklah menggunakan bahasa yang paling sopan bukannya dengan bahasa yang kesat, kasar dan keras.
4) Mengajar anak-anak adab bergaul dengan rakan-rakan; anak-anak harus dinasihatkan agar tidak berbangga atau meninggi diri di hadapan rakan sebayanya, jangan sekali-kali menyakiti atau mengambil hak orang lain .
5) Mengajar anak adab makan minum yang baik; sifat atau sikap yang tidak sopan seperti gelojoh ketika makan hendaklah ditegah, sebaliknya anak-anak dilatih dulu dengan adab-adab makan seperti mencuci tangan, duduk dengan sopan serta berdoa sebelum dan sesudah makan.
6) Mengajar anak adab berpakaian; pakaian yang dipilih hendaklah menutup aurat dan bukan untuk menunjuk-nunjuk kepada orang lain.
7) Mengajar adab dan bangun daripada tidur; sebaiknya hendaklah mengadap qiblat, membersihkan diri sebelum dan selepas bangun daripada tidur.
8) Mengajar anak adab masuk dan keluar tandas, anak-anak perlu diajar cara membuang air kecil/besar dan cara masuk ke dalam tandas seperti membaca doa, menutup kepala,membelakangkan qiblat dan sebagainya.

Kesimpulan
Anak-anak merupakan amanah Allah yang perlu dididik dengan sebaiknya sejak ia kecil lagi supaya apabila besar kelak menjadi anak yang soleh dan sentiasa taat kepada kedua ibubapanya. Mereka ibarat kain putih dan ibubapa lah yang berperanan mencorak dan melukiskannya dengan warna-warna menarik yang menjadi amalan dan cara hidup Islam.

Sumber :
Link 1
Labels: Perkahwinan dan Rumahtangga